Senin, 06 Februari 2017

[Blog Tour & Giveaway] Hey! You! - Pelangi Tri Saki


Ketika Cinta dan Benci Menciptakan Persimpangan Hati yang Rumit




Judul: Hey! You!
Penulis: Pelangi Tri Saki
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Editor: Ruth Priscilla Angelina
Desain kover: Rio Febrianto
Cetakan ke-2; Januari 2017; 200 hlm


Blurb

“KAK ILLO SAYANGGG, BANGUN!!!”

Teriakan dari balkon di seberang rumah itu sudah setia menemani hari Zillo sejak bertahun-tahun lalu. Pelakunya? Siapa lagi kalau bukan si bocah upil, Nadira, cewek yang sudah naksir Zillo sejak kecil.

Dan sekarang Nadira masuk ke SMA yang sama dengan Zillo! Cewek itu mengintilinya ke mana-mana di hari pertama ospek, nekat nyanyiin lagu romantis yang nggak banget di depan semua anak, serta merusak reputasi Zillo sebagai ketua OSIS tampan dan terkenal. Tahun terakhir Zillo di SMA pun berubah jadi neraka!

Namun, apa benar terasa kayak neraka? Kalau semua itu begitu menyebalkan, kenapa Zillo jengkel waktu ketua ekstrakurikuler naksir Nadi? Kenapa Zillo kesal waktu sahabatnya sendiri berubah jadi posesif sama Nadi? Eh, masa iya dia jatuh cinta sama si bocah upil?! Terus, gimana kalau Zillo terlambat sadar bahwa dirinya sudah telanjur jatuh cinta?


Sinopsis

Nadi menyukai Zillo. Semua orang tahu itu. Bahkan tukang sayur komplek juga tahu bagaimana perjuangan Nadi mencintai Zillo. Menyanyikan lagu, membangunkan Zillo di subuh buta, dan mengekori Zillo kemana pun dia pergi. Semua itu membuat Zillo jengah, benci dan uring-uringan sepanjang hari. Belum lagi harus dihadapkan dengan godaan dari Mama dan Papanya.

Kesempatan untuk dekat dengan Zillo yang ditawarkan Nigi, disambut antusias oleh gadis itu. Ia masuk OSIS dan siap menerima tugas apapun asal bisa berlama-lama memandangi Zillo. Kesempatan Nadi masuk ke OSIS bukan hanya dinikmati Nadi, Revo ketua klub karate jelas-jelas menyukai Nadi dan tidak sungkan menyatakan perasaannya pada gadis itu. Tidak sungkan pula bila di depan Zillo.

Tapi kok Zillo jadi cenat-cenut ya? Belum lagi ketika Noel, sahabat baik Zillo jelas sangat dekat dengan Nadi.

Bukan. Mereka tidak sekedar dekat.

Mereka lebih dari dekat.

“Ya, terserah kamu saja, Zillo. Asal jangan lupa, benci sama cinta berdampingan. Seringnya bersinggungan.” – hal 9



Review

Seharusnya sih aku baca Hey!You terlebih dahulu daripada Damn! It’s You, tapi karena tuntutan tugas (bahasanya wkwkwk) aku mendahulukan Damn! It’s You. Dan aku rasa keputusan tepat sih. Aku bisa membandingkan tulisan Saki dari Hey! You ke Damn! It’s You.

Dan tau apa hasilnya?

Tidak ada yang berbeda secara signifikan. Dari tulisan, sampai pemilihan karakter yang khas anak SMA dan kisah “dewasa” di ending cerita.  Tapi tetap ada beberapa hal kecil yang menurut aku harus diperhatikan Saki. Awalnya sih aku nggak sadar, dan semoga review ini bisa buat Saki makin berkembang ya. Penulis yang baik akan mau mendengarkan, belajar dan mengoreksi kesalahan.


Karakter

Nadi disini karakter tomboy,ceria dan nggak punya malu haha. Kenapa aku pakai istilah nggak tahu malu? Karena aku nggak akan ngebiarin anak gadis aku teriak-teriak dari balkon Cuma demi bangunin seorang cowok. Di tempat umum pula, di daerah komplek perumahan. Cara Saki menciptakan tokoh ini lucu sekaligus imut sih sebenarnya, tapi aku nggak berharap ada cewek seperti itu di dunia nyata.

“Justru gue bakal lebih semangat bikin lo jatuh cinta sama gue. Biar lo sembuh! Lagian apa sih yang kak Revo punya? Toh kak Zillo juga punya. Mendingan juga Nadi, punya apa yang kalian nggak punya!” – hal 64

Zillo sendiri itu nggak bisa dibilang sedingin Saba sih, Cuma mungkin karena pengaruh jabatannya sebagai ketua OSIS dia jadi harus jaga sikap dan risih lihat ada adek kelasnya yang jejeritan nggak jelas setiap kali ketemu dia. Sikap normal, dan menurut aku karakter Zillo alami sekali.

“Akuilah, Yah, Bun, Nadi tuh udah terlalu banyak masuk ke teritori Zillo. Dan itu bukan tata krama yang pantas!”-hal 31

Dan entah Saki menyadari atau enggak, bertebaran “calon tokoh utama" untuk nove-novel selanjutnya. Noel yang porsinya hampir mirip tokoh utama, karena dia lebih banyak menghabiskan waktu bersama Nadi. Trus juga ada Revo, Nigi, Aran dan Varo. Aku sih nggak masalah Saki mungkin mencoba mengenalkan bahwa “ini lho calon tokoh selanjutnya” atau apapun keputusan Saki saat membuat novel pertama ini, tapi menurut aku terlalu rame. Dimana mereka bukan hanya sekali atau dua kali tampil di dalam novel ini, tapi beberapa kali. Untuk ukuran teenlit, seharusnya bisa dijatah lagi.  

Apalagi tugas bikin Zillo cemburu kayaknya lebih banyak di ambil sama Noel daripada Revo.


Plot

Saki punya cara sendiri bikin cerita ini enak di nikmati, meski temanya klasik. Selera humor Saki terlihat jelas dari bagaimana menciptakan adegan kekocakkan Nadi merebut perhatian Zillo. Dan yah, sisi ceria remaja tergambar jelas dari Nadi.

Aku suka alurnya, dibuka dengan suara cempreng Nadi dan berlanjut ke adegan seterusnya yang nggak bakal bisa dilewatin begitu saja.

Dan tetap sama dengan Damn! It’S You, Saki tetap ingin menunjukan sisi kelam dari novel ini. Adegan sedih-sedihannya bikin fokus, tapi karena aku pembaca dewasa (Nggak usah sebut umur kali ya haha) sedihnya sih cukup bagus. Pokoknya nggak menciptakan efek lebay.

Konflik

Selain usaha Nadi bikin Zillo jatuh cinta, konflik yang bikin greget adalah Nadi yang harus dihadapkan pada pilihan untuk ikut Eyangnya ke Jerman. Meninggalkan orang tua, Indonesia, terutama Zillo.

“Untuk patah hati lo nggak harus menemukan fakta dia udah punya pacar atau belum, tapi kemana hatinya tertuju.” – hal 66

Favorit

Oh jelas sekali. Keunikan Nadi itu tetap bikin jadi adegan favorit (meski seperti yang udah aku bilang, aku tetap nggak akan ngebiarin calon anak gadisku bersikap kayak gitu) terutama bagian dia naik ke genteng demi ngambilin sepatu.

Adegan Noel yang narik Nadi dari panggung (sebenarnya ini bukan adegan lucu sih, Cuma suka bagian ini)

Aku suka cara Zillo yang menghormati permintaan papa Nadi. Entah suka aja bagian ini, meski Zillo dan Nadi sama-sama sakit dibuatnya.

Perhatikan lagi ya Saki...

Ada dua bagian yang bikin aku mengernyitkan dahi

Aku suka sama karakter papa Nadi. Apalagi waktu ngambil alih Nadi dari gendongan Zillo serta alasannya. Beda dengan mamanya Nadi yang seolah-olah ngebiarin anak gadisnya di gendong sembarang cowok.  Aduh, bikin meleleh tau nggak sikap papa Nadi itu. Keren pokoknya.

“Cinta sih cinta, tapi kita harus tahu batasan. Nadi anak perempuan. Laki-laki nggak boleh masuk kamar dia sambil gendong Nadi seperti itu. Apalagi masih ada
Papa di sini.” – hal 68
Tapi ...

Di halaman 91, menurut aku sikap papa Nadi itu, (SUMPAH!!!) kekanak-kanakan sekali. Menurut aku, orang tua apalagi sebijak papa Nadi menggunakan sindirian-sindirian kayak gitu untuk Revo sangat nggak pantas.

Mungkin lebih perhatikan lagi ya Saki, karakter orang tuanya ^^

Di halaman 98 ada kalimat gini: telapak tangan Nadi yang robek dalam sekitar lima sentimeter.

Lima cm? Saki yakin? Itu artinya besinya nembus tangan lho. Di cek lagi, oke ^^

Dan ya, komentar ini (jujur) terinspirasi dari salah satu komen di GR. Nadi yang baru jadi murid SMA udah jadi anggota osis karena populer. Alasan-alasan gini kayaknya sering di pake untuk novel remaja (bukan hanya novel, sinetron remaja pun terkadang mirip-mirip juga) sehingga menciptakan anggapan bahwa OSIS hanya berisi orang-orang kece. Orang-orang populer. Nah kalau siswa kayak Ucup, nggak boleh/nggak bisa dong jadi anggota OSIS karena nggak populer?

Ending

Sama seperti Damn! It’s You, Saki membawa tokoh utama kita menjadi dewasa. Harus aku akui, endingnya romantis. Tapi cukup ribet kayaknya harus bersandiwara kayak gitu kan ya haha

Kesimpulan

Sudah baca dua tulisan Saki rasanya enak aja. Mengalir dan yah cukup membunuh waktu. Dan kalau diberi kesempatan untuk baca novel ketiga (eh novel ketiga ada kan Saki? Haha) bakal dengan senang hati nge-review. Soalnya udah baca dua novel Saki, masa iya ngelewatin novel ketiganya. Novel ini rekomendasikan sekali buat pecinta teenlit.  

 “Emang sih usahaku nggak sebanding dengan apa yang kamu lakukan dulu buat aku. Tapi, nunggu sambil nahan diri ditambah doa, masih bisa disebut usaha juga, kan?” – hal 192


GIVEAWAY TIME

DEADLINE 10 FEBUARI 2017

Aku punya satu 1 eks novel Hey! You! Untuk 1 orang yang beruntung.

GRATIS!!

Simak rulesnya di bawah ini

Follow kami di salah satu akun medsos ini

Twitter: Neneng Lestari @ntarienovrizal, Pelangi Tri Saki @pelangitrisaki, Penerbit Gramedia @Gramedia, Teenlit @novelteenlit > Share postingan ini dengan mention kami semua sertakan hastag #HeyYou

Instagram: Neneng Lestari @ntarienovrizal_ , Pelangi Tri Saki @pelangitrisaki, Penerbit Gramedia @bukugpu > Repost postingan info GA yang aku posting di instagram, jangan lupa tag aku dan juga Pelangi Tri Saki sertakan hastag #HeyYou

Follow blog ini via GFC

Hari ini lagi baik. Nggak bikin pertanyaan haha .....

Isi kolom komentar dengan: Nama dan akun yg kamu gunakan untuk share GA ini

Dan kata terakhir, SEMOGA BERUNTUNG ^^




GIVEAWAY WINNER



Nihla Fuadah
Ig: nihlafuadah


Kirim data diri kamu via DM Ig/Twitter yah ^^ 





G+

44 komentar:

  1. Nama: Devira Belin
    Ig: @virscnd

    BalasHapus
  2. Nama : Khaerunnisa.
    Akun Twitter : NhisaMinoz75

    BalasHapus
  3. Nama: Rohaenah
    Twitter & IG :@rohaenah1

    BalasHapus
  4. Nama : Aminatuzzahra
    Ig : aminatuzzahra255

    BalasHapus
  5. Nama: Fitra Aulianty
    Twitter: @fira_yoopies

    BalasHapus
  6. Nama: Ayu Calista
    Twitter: @ayucalista18

    BalasHapus
  7. Nama: Camelia Zahra
    Ig : cameliazahra065

    BalasHapus
  8. Nama : Riza Putri Cahyani
    Twitter : @Zhaa_Riza23

    BalasHapus
  9. Nama: Nurul Astri
    Akun Twitter: @nurulastrirmdn

    BalasHapus
  10. Terima kasih masukan dan komentarnya. Semoga tulisan saya kedepannya lebih baik. Masukannya sangat bermanfaat ������

    BalasHapus
  11. Terimakasih kaka baik..
    Itu reviewnya bagus bngt. Membangun bngt kalau aku jadi ka Saki mungkin udah malu bngt kaka review sejujur itu. Tapi,sukses yah ka Saki... ditunggu novel2 selanjutnya. Buat ka Neneng makasih buat ga bikin pertanyaanmya.. 😀😀

    Ig :@nihlafuadah
    Domisili : Tangerang

    BalasHapus
  12. Nama: nastiti ayu
    Twitter: nastiti_tsang

    BalasHapus
  13. Nama:Maya Elfiani Yudistira
    Twitter: @MayaElfianiY

    BalasHapus
  14. Nama : Tri Wahyuni
    Ig : tw_twtw

    BalasHapus
  15. Nama : Tri Wahyuni
    Ig : tw_twtw

    BalasHapus
  16. Nama: Aulia
    Twitter: @nunaalia

    BalasHapus
  17. Nama : De Minara
    ig : demi.nara

    BalasHapus
  18. Nama : Siti Fatimah
    ig : st.fatimah1004

    BalasHapus
  19. Nama : Fridalia Septiarini H
    Twitter : @frdliash

    BalasHapus
  20. Nama: Insan Gumelar Ciptaning Gusti
    Akun twitter: @san_fairydevil

    BalasHapus
  21. Rini Cipta Rahayu
    Twitter @rinicipta

    BalasHapus
  22. Nama: Feby Aulia Ayundita
    Twitter: @febyaulia316

    BalasHapus
  23. Nama : Seffi
    Twitter : @seffiii

    BalasHapus
  24. Nama : Ervan Setiawan
    Twitter : @saidrha

    Puisi mini buatanku spesial lhoo :)

    Kau miliki Rupa yang indah
    Tak Lupa Dgn Pencipta Yg Maha indah
    Sehari tak memujimu rasanya gelisah
    Kuakui Aku memang selalu resah
    Apa yg kau lakukan itu Terserah
    Asal jangan membuatku bersalah
    :D



    BalasHapus
  25. Nama: Lina Ernawati
    Twitter: @Linaernaw

    BalasHapus
  26. Nama: Desita Wahyunigtias
    Twitter: @desitaw97
    Link share : https://twitter.com/desitaw97/status/829139475066294273

    BalasHapus
  27. Nama: Rizki Fitriani
    twitter: @Kikii_Rye

    BalasHapus
  28. Nama: Annisa Az Zahra
    Twitter: @anisazahra01

    BalasHapus
  29. Nama: Ratna Komalasari
    Twitter: @imratnasr

    BalasHapus
  30. nama : Farida Endah
    akun twitter ; @farida271

    BalasHapus
  31. nama : Mariatul Rahmi
    akun twitter : @mrtlrhmi_


    Semoga beruntung *aamiin ya rabb :)

    BalasHapus
  32. Nama: Rhena Indria
    Twitter: @indriaHR

    BalasHapus
  33. Nama: Rina Fitri
    Twitter: @Rinafiitri

    BalasHapus
  34. Nama : Humaira
    Akun Twitter : @RaaChoco

    Bismillah, WML :)

    BalasHapus
  35. Nama :Dini Auliana Putri
    Twitter :@Dini_Auliana28

    BalasHapus
  36. Bety Kusumawardhani9 Februari 2017 17.18

    Nama: Bety Kusumawardhani
    Akun twitter: @bety_19930114

    BalasHapus
  37. Nama: Leny
    Twitter: @Lynlainy17

    BalasHapus
  38. Ikutan ah... penasaran sama duologi buku ini!

    Nama: Kitty
    Twitter & Instagram: @WoMomFey

    Yup! Aku share via twitter & instagram loh! Semoga kesempatan menangnya jadi lebih besar! Hohohoho

    BalasHapus
  39. Ya ampun, sudah share di Twitter tetapi lupa postingan komentar di sini, untung masih sempat hehehe

    Nama Usup Supriyadi
    Twitter @usupsupriyadi_
    Instagram @usupsupriyadi_

    Oh iya Neng, tenang, yang biasa pun berkesempatan jadi pengurus OSIS kok pada kenyataannya, buktinya aku, Si Ucup, eh Si Usup, pernah jadi wakil ketua OSIS hahahaha

    Btw, soal dalam 5 cm itu sangit bgt pasti -_- dan itu emang luka dalam...

    Terus soal kelakuan gadis itu, aku juga mungkin akan bersikap yg sama, tapi kembali ke pepatah lama, barangkali begitulah cinta monyet membutakan kaula muda hahaha

    BalasHapus
  40. Nama : Mimi Fachriyah
    Twitter : @mimichinori

    BalasHapus
  41. Nama: Nela Norhela
    Akun Twitter: @Nelahela

    Kemarin, ikutan blogtour Damn It's You belum beruntung. Semoga di blogtour Hey You ini aku beruntung. Aamiin..

    BalasHapus
  42. Alhamdulillah...
    Makasih ka....

    BalasHapus

Berikan komentarmu disini

 
;