Rabu, 02 September 2015

[Review Buku] 3Some by Nova Riyanti Yusuf

Threesome
Oleh Nova Riyanti Yusuf
Penerbit GagasMedia
Penyunting by Windy Ariestanty
Cetakan ke-2; Januari 2006; 178 Hlm
Desain Sampul by Jeffri Fernando
Rate 1 of 5

CINTA. Nova menuturkan rasa manusiawi, bahwa intelengensia tinggi atau pendidikan tinggi pun tidak bisa “melawan” cinta. Jangan salahkan Nova, jika setelah membaca novel ini pembaca jadi merenungi cintanya: sendiri, berdua atau THREESOME?

Gatha, mahasiswi yang sedang berjuang meraih gelas Sarjana Psikologi, patah hati saat mengetahui pacarnya, Haqi akan menikah dengan gadis yang di pilihkan oleh orangtuanya. Sejak awal Gatha dan Haqi pacaran, orang tua Haqi memang tidak setuju dengan hubungan mereka karena Gatha lebih tua 2 tahun dari Haqi. Gatha 21 tahun, Haqi 19 tahun.

Zico teman baik Gatha selalu menyediakan ruang khusus untuk mendengar curahan hati Gatha. Dan sekali lagi Gatha terjebak oleh cinta yang tidak seharusnya.

Ia mencintai Hagi, laki-laki yang sudah beristri dan memiliki anak. Nekat, Gatha siap menikahi Hagi dengan harapan pria itu akan tulus mencintainya. Ternyata salah. Gatha yang memiliki kelainan pada vaginanya membuat ia tetap “perawan” walaupun sudah bersuami. Hingga Zico menyadari bahwa Hagi ternyata berselingkuh dengan Irene. Sahabat Hagi.

Gatha memutuskan bercerai. Walaupun ia tidak yakin dengan ucapan Zico. Daripada ia sakit hati, bercerai adalah jalan yang di pilih Gatha. Musibah bagi Irene. Gatha yang hendak mengambil barang-barangnya di apartemen Hagi, mendapati bahwa kabar perselingkuhan itu benar, membuat Gatha kalap dan memukul Irene hingga tewas.

Zico berkata ia akan bertanggung jawab. Malangnya bagi Gatha, semenjak itu Zico tidak pernah menampakan diri pada Gatha. Hagi juga memiliki siasat licik dengan suami Irene. Hingga akhirnya suami Irene di temukan tewas dan di nyatakan bunuh diri.

Tapi, Gatha meragukan hal itu.

***


Ada dua kabar yang aku bawa setelah membaca buku ini. Kabar baik dan kabar buruk.

Kabar baiknya, aku bisa menyelesaikan buku ini dalam tempo 3 jam. Rekor! Karena selama ini Cuma komik yang bisa aku habiskan dalam sekali duduk.

Kabar buruknya, setelah aku selesai membaca lembaran akhir, aku bingung. Tadi aku baca apaan sih?

Bingung kan?

Sama aku juga bingung.

Karena melihat profil penulis, aku mengharapkan ada sesuatu yang berbeda dan menarik untuk di baca. Tapi ternyata aku salah, karena dari lembar pertama hingga lembar terakhir, aku tetap gak ngerti buku ini berkisah tentang apa? Threesome sama siapa? Dan gimana penyelesaiannya?

Karakter Gatha, Zico dan Hagi tidak ada satupun yang menjelaskan siapa mereka sebenarnya. Malah anehnya lagi, Zico punya ibu bernama Carmen, nah di bagian tengah buku Carmen ini di munculkan. Cuma setelah itu hilang tanpa penjelasan sama sekali. Ada juga Hagi yang berprofesi sebagai DJ. Tapi bagian akhir eh dia udah jadi komandan Aparat. Aneh gak?

Diksi yang di pakai terlalu tinggi. Setiap kata dan kalimat membuat aku ngantuk bacanya. Bukannya gak paham, Cuma bahasanya terlalu gak cocok dan malah terkesan bertele-tele. Kalau aku sih suka nyebutnya dengan “bahasa puisi” yang terlalu mendayu-dayu gitu. Membuat kita berputar-putar sama kehidupan Gatha yang gak jelas. Aku lebih suka diksi yang benar-benar menjelaskan keadaan. Kan kita baca novel itu ibarat menonton film dengan media buku. Nah bayangin kalau para aktor/aktris di layar lebar memakai bahasa yang tidak di pahami oleh orang awam. Jamin langsung ngacir tu penonton.

Tema cerita buku ini mirip dengan Joker karya Valiant Budi Yogi (baca reviewnya disini). Penerbit yang sama pula. Tapi kualitas Joker lebih baik daripada ini. Setidaknya setelah menyelesaikan membaca Joker, ada pesan moral yang bisa kita renungkan. Persamaannya, penulis sengaja fokus pada kehidupan tokoh utama dan tokoh keduanya yang memiliki peran penting bagi tokoh utama. Sama-sama menceritakan kisah kehidupan tokoh utama dengan segala tetek bengeknya yang gak penting.

Bedanya, di Joker. Penulis berhasil membawa pembaca menikmati pengalaman tokoh utama. Walaupun tokoh utama sedang menderita sakit perut di kamar mandi, tapi tetap unik dan menghibur. Selain itu, banyak sekali pesan moralnya. Dua hal yang gak ada sama sekali dalam buku 3Some ini. Menurut aku, novel ini Gagal total menarik minat aku.

Ending yang tidak jelas juga menjadi pemicu aku memberi ranting 1 dari 5. Mulai dari status Zico yang sebenarnya adalah *bla bla* dan profesi Hagi yang tiba-tiba aja udah jadi komandan. Ada banyak tanda tanya hubungan Hagi dan Gatha.  Banyak lubang besar yang perlu di tutupi oleh penjelasan. Pokoknya gak ngerti lah. Gak ada penjelasan apa-apa. Mungkin penulis berharap pembaca menebak sendiri atau gimana kali ya. Tapi serius aku gak paham maksudnya apa.

Bagusnya, karena aku bisa menyelesaikan buku ini tanpa berhenti membaca. Karena aku ngerasa bertanggung jawab untuk menyelesaikan buku ini dan memberi review. Rasanya gak adil aja kalau aku men-jugde buku ini gak menarik karena aku baca setengah-setengah. Aku pun berharap ada sesuatu yang beda menanti aku di lembaran selanjutnya. Tapi hasilnya.... ya sudah aku review di atas.

Akhir kata aku ingin sampaikan bahwa review ini semata hanya sesuai pendapat aku seorang. Maaf bila tidak berkenan ^^9

G+

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentarmu disini

 
;