Selasa, 28 November 2017

Review Buku: Dearest by Zachira

Judul: Dearest
Penulis: Zachira
Penerbit: Grasindo
Editor: Fanti Gemala
Cetakan pertama; April 2015; 244 halaman
ISBN: 978 – 602 – 251 – 981 – 2
eBook via iJak

Blurb
Dear Yui,
Kau ingat aku?
Mungkin tidak, tapi aku mengenalmu. Meski tak pernah bicara padamu.
Aku mengagumi sosokmu, tapi tak terlintas menjadikanmu milikku.
Karena sahabatku pun memilihmu.
Dan memaksa kami berjanji atas nama persahabatan, tak akan mendekatimu.
Cinta yang kami miliki membuat kami harus puas memandangimu dari jauh.
Dari sudut di dalam sebuah gerbong kereta.

My dearest Yui,
Hidup tidak akan selalu mendukungmu.
Keinginanmu tidak akan selalu terpenuhi.
Dan dunia kadang tidak adil padamu.
Saat itu, ingatlah pesanku.
Tetaplah kuat. Tetaplah bersinar.
Jadilah dirimu sendiri yang selalu aku kagumi.
Aku, bukan ‘aku’, melainkan ‘kami’.
Ya... kami.
Salam sayang,
Yuuya & Toru

Sinopsis

Yuuya dan Toru mencintai gadis yang sama, Yui. Gadis yang mereka temui setiap hari di kereta api saat hendak pergi dan pulang sekolah. Mengetahui Yuuya juga mengincar Yui, Toru merasa tidak rela, ia membuat peraturan tidak boleh di antara mereka yang mendekati Yui. Yuuya menyetujuinya. Hingga kelulusan, mereka berdua hanya mampu mengagumi Yui tanpa pernah sekali mengenalnya.

Tujuh tahun berselang

Kenangan akan Yui masih begitu membekas di hati Yuuya dan Toru. Meski mereka berdua kini dikelilingi wanita cantik yang memuja mereka, Yui tetaplah gadis yang mereka inginkan. Dan mereka berdua mencari tahu keberadaan Yui. Mencoba peruntungan untuk mendekati gadis itu lagi. Namun kali ini lebih serius.

Yuuya dan Toru bersaing secara sehat, namun mereka tidak menduga bahwa mereka sudah kalah ketika Yui sudah menemukan tambatan hatinya.


Review

Aku pikir ini kisah cinta segita antara Yuuya, Toru dan Yui. Dugaan aku meleset saat ada tokoh lain, Kosuke yang sangat berarti bagi Yui. Dia adalah kekasih dan calon suami Yui. Harus aku akui juga, aku sudah menduga kisah ini akan berakhir kemana ketika aku mengetahui Yui adalah penderita kanker, begitu pula dengan Kosuke.

Namun, Penulis membawakan kisah ini sedikit berbeda di awalnya.

Di awal novel ini, aku menyukai interaksi Yuuya dan Toru yang terkesan imut ala-ala drama korea atau Jepang (aku nggak pernah nonton drama Jepang, kecuali series action Detektif Conan hehe) mereka yang terang-terangan mencintai Yui dan merasa menyesal. Lalu tanpa bilang-bilang, mereka mencari tahu keberadaan gadis itu.

Intinya sih, ketika mereka menemukan kisah dibalik hilangnya Yui, mereka kecewa.

Aku cukup penasaran di sini. Berarti ada tiga cowok yang mencintai Yui dan satu orang di hati Yui. Otomatis kan harus salah satu nie hilang. Dugaan aku benar. Apalagi pengidap kanker seperti Kosuke.

Menurut aku plot-nya udah menarik. Konflik dan pilihan-pilihannya yang diciptakan penulis untuk Yui sudah bisa ditebak oleh pembaca. Apalagi bagian Kosuke yang tiba-tiba menyuruh Yui untuk pergi dari hidupnya. Udah bisa ketebak lah...

Bagian yang paling nggak bisa ketebak itu ketika ada surat cinta yang terus dikirimkan untuk Yui. Sedikit twist dimasukan oleh penulis, yang sebelumnya nggak aku sadari.

Cuma mendekati ending, aku agak dibuat risih sama beberapa bagian.

Bagian ketika Yui di sekap, sempat-sempatnya nulis memo. Nulis dimana? Pake pulpen gimana? Tangannya di ikat.

Kosuke yang menderita kanker, udah memasuki tahap akhir, bisa melawan beberapa remaja SMA yang atlit basket.

Yui disini kan ceritanya ditaksir sama empat cowo, Yuuya, Toru, Kosuke dan Yesuke (murid Yui) nah tapi aku nggak tahu dimana sisi menarik Yui itu. Cantiknya iya cantik biasa, sifatnya juga nggak ada yang special, nggak pintar masak, dan nggak ada sisi-sisi menonjol yang membuat aku paham kenapa harus ada empat cowok sekaligus yang naksir dia. Kok aku komentarinnya kayak sirik gitu ya? Hahaha

Bukan ... hahaha ... maksud aku gini lho. Biasanya di dalam novel udah pasti tokoh utama itu banyak yang disukai. Dengan karakteristik unik yang ditonjolkan oleh penulis.

Dalam kasus Yui ini, aku nggak lihat apa pun yang menarik.

Yui ini tipe tokoh utama yang di sekitarnya berjalan mulus-mulus aja. Ini bikin pembaca nggak tertantang jadinya. Dan menurut aku itu biasa aja, malah cenderung tidak menjadikan Yui sebagai tokoh favorit aku

Secara keseluruhan, aku sebenarnya menikmati novel ini. Gaya tulisnya asik dan santai, pokoknya enak dibaca. Mungkin karena itu juga novel ini bisa dibaca sambil sekali duduk. Terlepas masalah karakter dan adegan yang ‘aneh’ itu, aku nggak komentarin yang lain.

Novel ini aku rekomendasikan buat remaja-remaja yang suka romance. Sangat aman di konsumsi remaja

Sampai jumpa di review selanjutnya ^^

***

Tulisan ini diikutsertakan dalam:

Indonesian Romance Reading Challenge 2017

Proyek Baca Buku Perpustakaan 2017

Read & Review Challenge 2017 – Kategori Contemporary Romance


G+

6 komentar:

  1. buku romance gini emang selalu membawa pembacanya ikut baperaan, dan ternyata ceritanya memiliki plot twis yang nggak terduga ya :)

    BalasHapus
  2. Jadi penasaran baca cerita berikutnya, terima kasih sudah mereview, bisa jadi list bacaan ku berikutnya ne.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah membaca review ini ^^

      Hapus
  3. Selalu kalau cinta terbagi gini, da yg harus meninggal. sedih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha benar, tapi udah disiapkan pengganti yang bikin move on kok

      Hapus

Berikan komentarmu disini

 
;