Minggu, 06 Agustus 2017

Review Buku: Dangerous Boys - Abigail Haas

Judul: Dangerous Boys
Penulis: Abigail Haas
Penerbit: PT Kosa Media Utama
Penerjemah: Marko Nugraha H.
Editor: Rina S.
Tebal: 300 halaman
ISBN 978 – 602 – 71220 – 7 – 9
Blurb
Dari sebuah bangunan yang terbakar, Chloe keluar sambil menyeret sesosok tubuh yang terluka. Ia hanya berhasil menyelamatkan satu dari putra keluarga Reznick yang terjebak di sana. Satu selamat dan satu lagi tewas dalam api.
Polisi menuntut jawaban dari Chloe karena hanya dialah yang tahu kejadian yang sebenarnya. Tapi satu kejadian bermula dari berbagai pecahan-pecahan kebenaran yang terjadi jauh sebelum itu.Chloe harus menyusun semua kepingannya untuk bisa memahaminya.
Sebuah cerita tentang kecemburuan, kemarahan terpendam, jiwa yang rusak, dan kegelapan yang tersembunyi di balik wajah-wajah yang sempurna ...

Sinopsis

Chloe adalah gadis cemerlang yang berprestasi dan gadis baik-baik. Ia tumbuh menjauhi pergaulan-pergaulan yang menyebabkan ia kehilangan fokus pada targetnya, yaitu kuliah di luar kota. Menjauhi kota kecil tempat ia tinggal. Ia sudah diterima di sebuah universitas bagus dan Chloe sudah menyiapkan rencana masa depannya di sana. Selama menunggu hari H itu tiba, Chloe bekerja di warung makan sebagai pelayan. Dan disanalah ia bertemu Ethan. Pemuda tampan yang mempesona yang jelas-jelas menunjukan ketertarikan pada Chloe.

Ethan mengetahui rencana Chloe untuk keluar kota, jadi ia tidak mengharapkan hubungan mereka berubah serius. Tapi nasib malang yang di alami oleh ibunya yang ditinggal pergi oleh ayahnya, membuat depresi yang berkepanjangan. Chloe mau tidak mau harus tinggal, merawat ibunya. Dan Ethan selalu ada di sana untuk membantu Chloe. Lambat laun hubungan mereka semakin dekat dan Ethan memperlakukan Chloe bagaikan ratu. Memanjakan dan selalu ada untuk menjaga Chloe. Chloe merasa sempurna. Ditengah kesusahannya, ia bertemu Ethan dan keluarga Ethan pun menyukainya.

Suatu hari, kakak laki-laki Ethan, Oliver muncul di depan pintu. Chloe merasa ada sesuatu yang aneh. Atmosfir rumah yang tadinya menghangat berubah canggung hanya dengan kehadiran Oliver. Ia tampan dengan pesona pembangkang yang terpancar dari setiap gerak-geriknya.

Dan cara Oliver memandang Chloe, ia tahu sesuatu.

Ia mengetahui rahasia terdalam Chloe.



Review

Boleh nggak memaki-maki novel yang endingnya bikin gemes, bikin geram, bikin jengkel, bikin nuntut penulisnya kenapa harus dibikin kayak gitu?

Kalau nggak boleh, baca review ini aja dech haha

Oke.

Pertama aku nggak mau berekspektasi terlalu tinggi terhadap novel kedua Abigail Haas ini. Karena yang sudah-sudah, dan biasanya, penulis yang sukses dengan novel pertamanya, terkadang di novel kedua atau seterusnya belum tentu hasilnya pembaca seantusias novel pertama. Kecuali JK. Rowling yang makin sukses hingga menyelesaikan 7 novel HP hoho ...

Tapi Abigail Haas membuktikan dia bisa mematahkan itu.

AH tetap memakai gaya tulis seperti di Dangerous Girls, sama persis. Yaitu bab pertama dibuka dengan bagian klimaks dan diikuti dengan kejadian-kejadian yang mengikutinya. Di Dangerous Boys pun begitu, dibuka dengan pertengkaran Ethan, Chloe dan Oliver yang berakhir dengan kematian salah satu dari laki-laki tersebut.

Nah dari situ, adegan-adegan awal mula diceritakan maju mundur hingga pembaca nggak akan bisa melangkahi satu halaman pun. Pembaca mau nggak mau harus ikuti alur yang diciptakan penulis atau kalau tidak bakal ketinggalan bagian-bagian penting.

Karakter adalah paling aku suka dari AH. Pendalaman karakternya itu terasa nyata. Nyata sekali. Seperti Chloe yang diceritakan gadis baik-baik yang terjebak di kota kecil bersama ibu yang depresi. Padahal ia punya mimpi, punya masa depan, punya cita-cita, dan satu lagi kesempatan. Sayangnya semua itu direnggut darinya hanya karena ia merasa harus menjaga ibunya.

Ethan memuja Chloe akan pilihannya itu

Oliver melihat sisi lain dari pilihan Chloe

Dan Chloe sendiri benci sikapnya yang lemah.

Bersama Oliver, Chloe bisa menjadi dirinya sendiri. Oliver yang punya jiwa bebas, pembangkang, berani ambi resiko membuat Chloe membuka matanya bahwa ada dunia lain. Dan bersama Oliver, Chloe adalah Chloe, gadis yang berbeda. Menakjubkan.

Sedangkan bersama Ethan, Chloe hanya menampakan apa yang ingin ia perlihatkan pada Ethan. Gadis baik, dan berbakti.

Pokoknya bagian-bagian itu dijelaskan penuh dengan emosi. Aku sampai ngerasa terhanyut sama karakter Chloe.

AH itu jago, malah sangat jago menyimpan fakta. Keunggulan AH disini, hingga ke pertengahan buku, AH tidak membongkar siapa yang meninggal, atau siapa tokoh yang di maksud Dangerous Boys.

Apakah Ethan yang merasa dikhianati Chloe dan Oliver

Atau Oliver yang aslinya memang menyukai sesuatu yang berbahaya.

Nggak Cuma itu aja, AH juga menyimpan kejutan di ending. Ketika semua fakta udah teruraikan di lembar-lembar terakhir, ada satu hal yang membuat aku mengumpat untuk endingnya.

Secara keseluruhan, AKU SUKA NOVEL INI. Di antara novel bergenre thriller – crime fiction, yang belakangan ini suka mengambil tema amnesia, novel ini berhasil membuat aku terpukau dengan alurnya.

Aku mau aja cerita semua yang aku suka dari novel ini. Tapi itu akan mengurangi bagian-bagian terbaik dari novel ini. Buat kalian yang suka thriller, wajib baca ini. Wajib koleksi dan wajib punya buat di koleksi.

Tapi satu hal yang paling menganggu dari novel ini adalah berseraknya typo. Di Dangerous Girls pun gitu. Cuma karena keasikan sama novelnya, bikin aku suka lupa komentarin typonya.

Sampai jumpa di review selanjutnya

***

Tulisan ini diikut sertakan dalam:


Read & Review Challenge 2017 – Kategori Thriller and Crime Fiction

G+

4 komentar:

  1. Keren reviewnya, Mbak! Saya selalu suka pencerita yang menyembuyikan fakta sampai endingnya tiba. Rasa penasaran waktu baca jadi membuat cerita makin menarik saja....Btw, saya suka ulasannya, saya follow blognya yaaa:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh hai Dian ... Trims banyak sudah mampir

      dan saya senang juga kalau Dian review saya bermanfaat hehe

      Hapus
  2. Buku ini lagi otw ke rumah gara" liat review Dangerous Girls di blog kakak :D
    liat di blurb juga konflik novel biru ini lebih rame dari novel merah, jadi penasaran ^^
    Btw, aku juga suka review kakak yg lain. To the point semua wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAhaha aduh ntar jangan salahin kakak kalau nggak suka ceritanya ya hahahahaha

      Hapus

Berikan komentarmu disini

 
;