Rabu, 25 Januari 2017

[Review Komik] Agen Polisi 212 - 24 Jam Sehari by Raoul Cauvin


Judul: Agen Polisi 212 – 24 jam sehari
Judul asli: L’Agent 212 1-24 heures sur 24
Gambar: Daniel Kox
Naskah: Raoul Cauvin
Penerbit: PT Bhuana Ilmu Populer
Pengalih bahasa: Sadika Nuraini Hamid
Penyunting: Putri Sastra
Redesain: Maria Theresa
Tebal: 52 halaman


Sinopsis

Lompatan Besar... :Ada seseorang kakek-kakek yang hendak bunuh diri. Ia berdiri di atap dan hendak lompat. Athur yang kebetulan lewat hendak menghentikan kakek tersebut.

Keributan di Malam Hari: Athur yang sedang jaga malam berkeliling komplek mendapat panggilan untuk mengatasi keributan di sebuah rumah. Athur berhasil mendiamkan keributan itu. Tapi itu terjadi lagi dna terus terjadi. Hingga Athur kehilangan kesabarannya.

Ikutan Gila: Athur bertemu dengan seseorang tersesat di jalan. Ia menggunakan bahasa asing yang tidak dimengerti oleh Athur. Karena merasa tidak enak, ia meladeni saja percakapan orang asing tersebut. Betapa kagetnya Athur, ternyata orang asing tersebut adalah ...


Cerita Seram: Athur bertemu lagi dengan kakek yang ingin bunuh diri. Kali ini ia menggali di tanah kuburan. Athur berusaha mencegah. Sayangnya Athur malah ikut terkubur bersama sang kakek.
Masalah Komunikasi: Athur melihat sedang ada pemakaman. Sebelum peti mati diturunkan ke tanah, Athur malah membuka peti mati tersebut. Lho ada apa?

Memanfaatkan kekuasaan: Athur menghentikan pria mabuk yang ingin mengemudikan mobil. Pria tersebut menolak memberikan kunci mobil pada Athur, hingga terjadi perkelahian.

Pencuri Sepeda: Athur yang memakirkan sepedanya di tempat sampah harus kehilangan sebuah ban ketika disangka barang bekas. Athur menangkap sipencuri dan tidak percaya dengan alasan tersebut.

Petir Mahadahsyat: Hujan petir melanda wilayah tersebut. Seorang polisi lalu lintas yang masih muda berteduh. Athur yang melihatnya mencemooh bahwa polisi muda zaman sekarang tidak bisa diandalkan. Ketika Athur mencontohkan bagaimana tugas polisi yang baik, tiba-tiba saja...

Potong Kepala: Lagi, Athur bertemu dengan kakek yang ingin bunuh diri. Kali ini sang kakek hanya memotong-motong kayu dan memakunya. Athur tidak merasa khawatir. Betapa kagetnya Athur saat melihat apa yang sedang dilakukan kakek tersebut.

Skateboard: seorang penemu melapor pada Athur kalau ada yang memakir di atas kendaraannya, yaitu skateboard. Merasa tidak dihargai sang penemu membuktikan kehebatan skateboardnya. Eh malah sial.

Meriam: Athur sedang melihat-lihat pemandangan dari atas benteng. Ada sebuah meriam. Athur curiga dengan tulisan yang tertera pada meriam tersebut. Ia mengintip dan kecurigaannya benar.

Pandangan Mata Burung: Athur di ajak berkeliling menggunakan helikopter pengamat lalu lintas. Dari atas Athur bisa melihat berbagai macam pelanggaran dan tidak sabar ingin memberikan tilang. Sayangnya ia tidak punya kuasa ketika berada di atas langit.

Petaka Saat Hujan: kakek yang ingin bunuh diri tersebut tidak kapok-kapok juga. Kali ini ia berdiri di tengah hujan petir dengan sebuah ranting kecil. Athur tertawa, menyadari bahwa keinginan kakek tersebut untuk tersambar petir tidak mungkin. Ternyata bukan tersambar petir yang diinginkan kakek tersebut.

Bayi Hilang: Kereta bayi menghampiri Athur yang sedang bertugas mengatur lalu lintas. Komisaris yang melihat hal itu marah dan langsung menyuruh Athur mengembalikan bayi tersebut. Lalu bagaimana cara Athur mengembalikan kalau pemiliknya saja tidak tahu?

Kebayakan Makan: Timbangan menjadi rusak ketika Athur menaikinya. Ia bertekad diet. Sayangnya sih diet malah membuatnya lemas.

Dasar Kelinci: Kali ini si kakek bunuh diri memakai pakaian kelinci. Athur yang melihatnya hanya tersenyum bahagia. Mengira kakek tersebut tidak lagi punya keinginan untuk mati. Nytanya Athur salah

Ba...lon!: Kakek bunuh diri berulah lagi. Kali ini ia menaiki balon udara. Athur mencegahnya. Eh malah Athur yang ikut terbang.

Perburuan Berseni: Seorang tahanan di titipkan di penjara tempat Athur berjaga. Si Tahanan menyakinkan bahwa dia tidak membunuh hewan-hewan. Ia akan menunjukan kenapa ia di tangkap. Athur setuju. Lalu Athur juga sependapat, bahwa si Tahanan tidak seharusnya di tangkap. Lalu?

Review

Makin lama aku makin menikmati komik ini. Kali ini aku sengaja milih komik dari no.1 dulu. Komiknya sih nggak bisa dibilang bikin ketawa terpingkal-pingkal, tapi ending yang tidak tertebak bikin aku penasaran terus membaca komik ini. Apalagi gambarnya bewarna dan menarik, kayak gambar untuk anak-anak gitu.Suka lihatnya.

Ada yang menarik dari komik ini. Beberapa kali ada cerita tentang kakek yang selalu ingin bunuh diri dan selalu berhasil digagalkan oleh Athur. Menurut aku ini paling lucu dari semua. Soalnya setiap kali Athur berhasil nolongin, selalu dia juga yang kena sialnya. Apalagi si Athur selalu bilang, dia bakal tembak kepala kakek itu kalau memang mau mati. Si kakek dengan senang hati mau. Begitulah seterusnya.

Yah segitu aja dulu. Sampai jumpa di review selanjutnya ^^

***
Tulisan ini diikutsertakan dalam:
  1. BloggerBuku Indonesia: Read & Review Challenge 2017 – Kategori Graphic Novels andComic Books
  2. ProyekBaca Buku Perpustakaan 2017

G+

2 komentar:

  1. keren...review bukunya... penasaran saya pengen baca keseluruhan...

    BalasHapus
  2. Aku juga suka sama seri komik agen polisi ini! Ngakak2 deh bacanya! Wkwkwkwk

    BalasHapus

Berikan komentarmu disini

 
;