Selasa, 06 Desember 2016

[Review Buku] Fools Rush In by Kristan Higgins


Fools Rush In
by Kristan Higgins
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Alih bahasa: Ambhita Dhyaningrum
Editor: Rini Nurul Badariah
Desain Sampul: Marcel A.W
Pages 504
Published July, 2014
Rate 5 of 5

Pekerjaan penuh dedikasi sebagai dokter di Cape Cod? Cek. Rumah mungil indah milik sendiri? Cek. Anak anjing lucu yang cocok diajak jalan dan mencuri perhatian pria tampan? Cek! Yang Millie Barnes butuhkan tinggal perhatian pemuda pujaan wanita sekaligus mantan gebetannya, Joe Carpenter, maka lengkap sudah hidupnya. Namun, meraih kesempurnaan tidak pernah mudah. Terutama karena kehadiran Sam Nickerson, si polisi setempat, begitu mengusik hari-harinya. Memang sih, Sam butuh teman setelah dicampakkan kakak-gila harta Millie. Tapi, apa perlu sebegitunya Millie menikmati kehadiran Sam? Bagaimanapun, pria itu jelas bukan bagian dari rencana besar Millie. Ataukah cinta memang tak terduga, dan bisa muncul dengan tiba-tiba?
Millie Barnes, usia hampir 30 tahun, lajang, menarik secara karakter dan memiliki impian untuk menikahi Joe Carpenter. Cinta pertama dan cinta sejatinyanya. Setidaknya itulah yang Millie yakinkan pada dirinya sendiri ketika ia memilih kembali ke kota kecil kelahirannya dan menjadi dokter disana.  Ia berharap pekerjaan keren akan menarik perhatian Joe. Maka di hari pertama Millie sudah menyusun rencana.

Membersihkan dan menata rumah pemberian neneknya yang indah, lari setiap hari dan melewati jalur yang sering dilewati Joe, memiliki anjing, dan konsultasi pakaian dengan kedua temannya yang sangat paham fashion, Curtis dan Mitch. Bersikap seolah-olah tidak tertarik pada Joe padahal selalu mencuri kesempatan berdekatan dengan pria tersebut.

Awalnya sia-sia, Joe sama sekali tidak menoleh pada Millie, meski Millie berubah sangat banyak. Mulai dari gendut, jerawat dan pendek (yang tidak bisa di ubah) menjadi Millie yang montok (mendekati langsing), cantik dan menarik. Millie hampir putus asa dibuatnya. Lalu terjadi kejadian yang tidak terduga dan Millie terlibat di dalamnya yang menyangkut nyawa seseorang. Saat itulah Joe mulai membuka mata tentang kehadiran Millie.

Misi sukses.

Tapi, benarkah Joe yang ia inginkan dalam hidupnya?





My Review

Ini buku dengan genre romantis pertama yang berhasil ngaduk-ngaduk emosi aku. Bahkan di bagian sedihnya, aku ikut sedih banget. Bahkan sampai terharu. Titanic aja nggak bisa ciptakan emosi seperti buku ini ciptakan.

Novel ini berkisah tentang cinta sejati. Bahwa sesuatu yang terlihat sempurna, dan sangat kita inginkan untuk menjadi milik kita, belum tentu yang terbaik buat kita.

Millie Barnes menghabiskan seluruh hidupnya untuk mencintai Joe Carpenter, cowok tampan yang mampu mengalihkan dunia hanya untuk memandangnya. Cowok yang mampu menghentikan waktu jika melihatnya tersenyum. Joe adalah kesempurnaan fisik dan impian setiap wanita. Dan ia juga mimpi terbesar Millie. Bahkan Millie menguntit Joe dan “mempelajari” aktivitas Joe mulai dari apa yang ia suka, tidak suka, dan tempat yang sering ia kunjungi. Dengan harapan hasil menguntit Joe selama bertahun-tahun akan membuat Millie merasa sempurna  bila akhirnya bersisian dengan Joe.


Salah satu favoritku adalah disini tokoh utama wanitanya tidak lah sempurna, dalam artian sih kalau biasanya kita baca tokoh wanita yang cantik dengan senyum menawan dan bla bla sebagainya, di sini dibuat berbeda. Millie digambarkan sebagai cewek gendut, berkawat gigi, tidak terlalu tinggi. Tapi ia punya kepribadian yang menarik, pintar, ceria, terencana, humoris, dan percaya diri, sayangnya masa remajanya tidak begitu indah. Ia tenggelam oleh sosok Trish, kakak kandunnya sendiri yang memiliki kesempurnaan gambaran wanita cantik di seluruh dunia. Millie berhasil menyelesaikan sarjana dokternya dan siap kembali ke kota kecilnya dan menjadi dokter keluarga. Sekaligus menjalankan misi untuk menarik perhatian Joe yang sempat tertunda beberapa tahun karena ia menyelesaikan studinya.

Joe Carpenter sendiri memang digambarkan terlalu sempurna. Gayanya yang asal-asalan malah membuat penampilannya makin membuat siapapun tergila padanya. Mulai dari remaja hingga lanjut usia tidak akan menampik bahwa Joe adalah kesempurnaan.

Sam Nickerson, mantan kakak ipar Millie, sempat kecewa dengan Trish yang berselingkuh. Sam digambarkan sebagai sosok yang tampan. Berbeda dengan Joe, ketampanan Sam ciri khas seorang atlet. Tubuh tegap, bentuk wajah yang bagus, seorang ayah yang baik dan prestasi di lapangan yang menakjubkan, sampai sebuah kecelakaan merenggut mimpinya menjadi atlet, alasan itu pula yang membuat Trish meninggalkannya.

Millie menyukai Sam, karena Sam satu-satunya laki-laki yang baik padanya semenjak mereka kanak-kanak. Semenjak Sam berpacaran dengan kakaknya. Semenjak Sam sangat enak di ajak ngobrol tanpa membuat Millie malu atau kehilangan percaya diri. Sam memandangnya sebagai adik sekaligus seorang gadis dan wanita.

Aku suka sekali kisah gimana usaha Millie merebut perhatian Joe. Mulai dari menguntit Joe dan mengatur strategi agar setiap hari bisa berpapasan dengan Joe tanpa kentara sekali Millie mengikutinya. Millie yang lari pagi dengan penuh drama (berat badan berlebihan membuat Millie enggan melanjutkan lari), lalu mengadopsi anjing agar serasi dengan Joe. Banyak kejadian super kocak dan bikin perut kram karena kebanyakan ketawa di bagian ini. Tingkah Millie yang konyol menjadi nilai tambah cerita ini. Belum lagi pas dia di dandanin sama teman-teman gay-nya. Oh ya ampun.... keluar air mata bacanya.


Kedekatan Sam dan Millie sangat-sangat bikin iri. Mereka benar-benar natural sebagai sahabat, adik dan kakak ipar. Belum lagi Danny, anak Sam yang sangat sayang pada Millie dan Millie yang rela melakukan apa aja untuk remaja cowok tersebut.

Dan saat bagian paling beratnya adalah ketika Millie merasa itu semua adalah kesia-siaan. Banyak hal yang aku pelajari tentang cinta di sini. Ketika aku mencintai seseorang, aku tidak akan berusaha terlihat sempurna di depan pria yang aku cintai. Karena pria yang mencintai aku, pasti akan menganggap apa pun penampilan aku sudah sempurna. Sesuatu yang hanya diihat dengan mata, tidaklah kekal. Tapi sesuatu yang dirasakan dari hati, jamin akan memenuhi standar kehidupan cinta.

Meski terlihat sepele, tapi aku suka seluruh cerita ini. Dari awal sampai akhir benar-benar terasa nyata dengan kehidupan cinta di sekitar kita. Seperti gimana Millie selalu ingin tampil maksimal di depan Joe sedangkan di depan Sam dia bisa berpenampilan apa aja. Atau di depan Joe, Millie pengen terlihat keren, cerdas, tapi di depan Sam, Millie bisa berubah konyol. Pokoknya momen-momen sederhana gitu bikin nilai plus untuk novel ini. Dan ya, efeknya jadinya halaman buku ini pun tebal. Mencapai 500 halaman juga. Padahal nggak ada konflik tambahan di dalamnya. Palingan pas ending aja, ada halangan kecil antara hubungan Sam-Millie.

Cerita imbang. Antara kisah Joe-Millie dan Sam-Millie sama-sama mendapat porsi yang pas.Jadi pembaca bisa nentukan sendiri yang mana pasangan favorit mereka.

Satu hal lagi yang diajarkan novel ini. Semua cewek itu cantik, dan kepribadiannlah yang menentukan apakah kita pantas disukai atau tidak disukai oleh orang lain. Dan Cewek itu cantik kalau ngerawat diri. Emang udah kodratnya sebagai cewek harus pintar ngerawat diri, ya nggak perlu susah-susah, cukup dengan olahraga rutin kalau pengen berat badan turun (misalnya). Intinya sih pede dengan diri sendiri. Kalau kita udah pede, maka kita akan ngeluarin daya pikat kita yang tersembunyi di dalam diri kita.

Dan sekali lagi yang aku suka dari Kristan Higgins adalah nggak ada adegan dewasa yang bikin berkeringat. Semuanya aman terkendali, dan cocok di baca remaja. Malah aku rasa kisah kayak gini memang lebih banyak di alami remaja daripada wanita berusia 30 tahunan hehe. Benar nggak? Rekomendasikan banget buat pecinta romance, aku aja suka banget sama cerita ini, apalagi mereka yang penyuka genre romance hehe.

Sampai jumpa di review selanjutnya ^^



***


G+

2 komentar:

  1. Bukunya emosional banget, ya? Huhu. Lagi pengen baca yang santai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya nggak terlalu emosional, tapi ada satu dua bagian itu yang rasanya bikin sesak di dada hoho

      Hapus

Berikan komentarmu disini

 
;