Rabu, 02 Maret 2016

[Review Buku] In Paris Where I Meet You - Chocola


In Paris Where I Meet You
oleh Chocola
Penerbit GACA
Editor by Vita Brevis
Desainer Cover oleh Agus
Cetakan Pertama; Febuari 2014; 282 hlm
Rate 3 of 5

Ada sudut gelap dalam kehidupanku yang akan terus menjadi gelap sekalipun aku berusaha membuatnya terang...
Saat itu aku menyerah, aku menerima sisi gelap itu dan terus melangkah.
Rasanya, memang sedikit lebih ringan....
Namun tertinggal ruang kosong yang terus membuatku merasa kesepian...
Kim Hyera nekat pergi ke Paris untuk mencari ibunya ke Paris. Seorang sahabat bersedia menampungnya sementara waktu. Di suatu waktu, Hyera terlibat insiden dengan seorang pria yang membuatnya sangat membenci sosok itu. berbeda dengan Pierre yan berlaku begitu baik padanya.
Usaha pencarian Hyera terancam gagal karena ia dijemput paksa oleh keluarganya. Hyera tahu, berhasil atau tidaknya menemukan sang ibu tergantung pada perjuangannya. Kalau ia menyerah, itu sama saja membiarkan sebuah misteri terkubur selamanya.

Hyera kabur dari rumah dan berangkat ke Paris seorang diri. Tujuannya adalah untuk menemukan ibu kandungnya yang meninggalkan Hyera saat ia masih kecil. Berbekal foto usang yang ia simpan di dalam kamera sakunya, ia berniat akan mencari ibunya sampai ketemu dan tidak akan kembali ke Korea sebelum menemukan ibunya.

Selama di Paris, Hyera mendapat bantuan dari Rachel, temannya dulu. Dan berkat Rachel pula, Hyera mendapatkan pekerjaan dari Pierre sebagai seorang model.

Hyera sedang dalam proses pencarian ibu kandungnya, ketika seorang pria merebut paksa kamera saku milik Hyera  hingga membuat kamera itu hancur berantakan. Hati Hyera hancur saat melihat kerusakan kamera itu, belum lagi memori card-nya yang patah terbelah dua.

Hyera tidak pernah memaafkan laki-laki itu. Karena dia, Hyera harus kehilangan satu-satunya petunjuk tentang ibunya. Membuat Hyera terus terjebak di kota Paris tersebut ...

***


Untuk katagori Novel Remaja, gaya tulisan Chocola masih terlalu sederhana. Alurnya memang terjaga dengan baik, dan kisahnya pun berurutan dengan beberapa kejadian yang saling melengkapi, sayangnya mulai dari karakter para tokoh, tema cerita dan konflik tidak ada sesuatu yang baru. Oke, mungkin memang romance itu identik dengan tema yang mirip-mirip, Cuma yah di novel ini Chocola tidak memberikan sentuhan yang berbeda.

Deskripsi tentang Paris pun tidak menyeluruh. Aku gak bisa membayangkan sama sekali tempat-tempat indah yang di kunjungi Hyera tersebut. Seharusnya disini bisa menjadi kekuatan novel ini. Terus, Chocola juga tidak memperkenalkan makanan lain kepada pembaca selain croissant. Masa iya sih Hyera di Paris Cuma di suguhi kimbab dan kimchi. Rasanya gak nyambung banget. Atau seharusnya bisa imbang, ada di lain waktu Hyera makan makanan Paris dan ada juga makan makanan korea.

Berita bagusnya, aku cukup menikmati novel ini dari awal sampai akhir. Seperti aku bilang, Chocola mempertahankan alur yang rapi, sehingga ia sudah menyiapkan dimana kejutannya harus di buka.

Yang bikin aku terganggu banget adalah ending dan karakter para tokoh utama. Aku gak habis pikir dengan cara berpikir Pierre dan Hyera, lalu ada Seungho yang muncul di antara Hyera-Pierre, aku jadi menautkan alis ketika baca bagian ending “Lho kok bisa jadi gini?” atau kesalahnya ada pada cara penulis mengeksplore lagi karakter para tokoh, sehingga aku sebagai pembaca paham kenapa mereka mengambil keputusan seperti itu.

Terus konflik antara ayah Hyera dan ibu Hyera itu, SUMPAH!! Anak-anak banget...  aku hilang selera pas tahu penyebab ibu Hyera pergi gara-gara itu doang. Ckckck ....

Secara keseluruhan, novel ini menarik. Aku suka covernya yang hitam, jarang-jarang banget ada novel dengan cover hitam. Dan berita bagus lagi, novel ini aman untuk segala usia remaja. Bahasa yang ringan dan sederhana bisa menjadi daya tarik buat remaja (karena aku bukan remaja lagi, mungkin itu alasan kenapa aku tidak begitu suka dengan gaya tulisan sederhan seperti ini haha)

Rekomendasi banget lah buat para pencinta kisah-kisah remaja yang romantis ^^

Selamat membaca
“Hyera-ya, kumohon hentikan. Jika kau terus memaksakan keadaan, maka jangan salahkan aku kalau aku akan mulai membencimu.” hal 222
***

Tulisan ini diikutsertakan dalam:



G+

2 komentar:

Berikan komentarmu disini

 
;