Sabtu, 27 Februari 2016

[Review Buku] Cinder: The Lunar Chronicles #1 - Marissa Meyer

Cinder The Lunar Chronicles
by Marrisa Meyer
Penerbit Spring
Penerjemah : Yudith Listiandri
Cetakan pertama; Januari 2016; 384 hlm
Rate 5 of 5

Wabah baru tiba-tiba muncul dan mengecam populasi penduduk bumi yang dipenuhi oleh manusia, cyborg dan android. Sementara itu, di luar angkasa, orang-orang Bulan mengamati mereka, menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.
Cinder, seorang cyborg, adalah mekanik ternama di new beijing. Gadis itu memiliki masa lalu yang misterius, diangkat anak dan tinggal bersama ibu dan dua orang saudari tirinya. Suatu saat, dia bertemu dengan pangeran Kai yang tampan. Dia tidak mengira bahwa pertemuannya dengan sang pangeran akan membawanya terjebak dalam perseteruan antara Bumi dan Bulan. Dapatkah Cinder menyelamatkan sang Pangeran dan Bumi?

Cinder adalah gadis cyborg yang memiliki pekerjaan sebagai mekanik. Keahliannya memperbaiki barang-barang sangat terkenal hingga membawa Pangeran Kai mendatangi stan kecil milik Cinder untuk memperbaiki androidnya yang rusak. Android beharga yang memiliki rahasia di dalamnya. Pertemuan itu mengesankan. Meski dengan sangat jelas, Cinder menghindari serta menolak pesona pria itu. Ia tidak ingin Pangeran Kai tahu bahwa ia adalah cyborg.
Dia adalah cyborg, dan dia tidak akan prnah pergi ke pesta dansa. hal 37
Beberapa saat setelah kepergian Pangeran Kai, tiba-tiba saja terjadi keributan ada seseorang yang tertular wabah mematikan. Cinder segera lari dari tempat itu agar tidak diperiksa oleh android medis yang akan segera berdatangan. Cinder memutuskan akan langsung pulang ke tempat yang ia sebut sebagai rumah.

Betapa kagetnya ia, ketika ia mengetahui, saudara tiri yang ia sayangi, Peony, ternyata tertular wabah itu juga. Cinder merasa bersalah. Ia menyalahkan dirinya yang membawa virus itu hingga menulari adiknya. Seakan kesedihannya belum habis, ibu tirinya menyerahkan Cinder secara paksa ke Pusat Penelitian sebagai “kelinci percobaan” untuk mencoba vaksin yang mereka buat.

Dan hidup Cinder berubah ketika jarum suntik berisi virus dimasukan ke dalam tubuhnya. Membawa Cinder melalui semua hal yang tidak normal selain tubuhnya yang berbalut baja dan kabel. Serta menuntut Cinder menemukan masa lalunya yang tidak pernah ia ketahui.

Masa lalu yang ditutup erat oleh ayah angkatnya, Linh Garan ....

***


Aku kehilangan kata-kata membaca novel ini. Ini adalah novel super keren yang aku baca setelah setahun belakangan ini aku bermain aman dengan menyantap buku apa aja yang ada di depan aku.

Buku ini mendekati perfect untuk karya debut Marisa Meyer. Beliau berhasil mengubah dongeng klasik Cinderllela menjadi kisah yang luar biasa berbeda dan luar bisa mencengangkan. Secara garis besar, novel ini ingatin aku sama Music Video Kpop VIXX – ERROR yang mengambil tema cyborg dan sebuah film berjudul Jupiter Ascending yang dimainkan oleh Mila Kunis. Terus tokoh Putri Selene disini, ingatin aku sama lagu SHINee yang diciptakan Jonghyun, Selena *hehe*

Pengambilan setting setelah Perang Dunia ke-4 membuat cerita ini diluar dugaan. Dimana seluruh negara hancur lebur dan dibangun pemerintahan baru dengan New Beijing sebagai pusat pemerintahaannya. Dari segi setting aja, novel ini sudah mendapat poin plus dari aku. Percayalah, siapapun yang membaca novel ini tidak akan disuguhi cerita cengeng Cinderllela ataupun kerajaan mewah serta dayang-dayang cantik.
“Aku yakin aku akan merasa jauh lebih bersyukur kalau menemukan seorang pemuda yang menganggap gulungan kabel rumit pada seorang gadis sebagai hal yang menarik.” hal 116
Karakter, aku suka sekali karakter Kai yang ingin memberontak tapi terkukung oleh statusnya sebagai Pangeran. Lalu ada Cinder, gadis dengan kekerasan hati dan sikap skeptis yang memandang ibu tirinya sebagai makluk tidak berperasaan. Keteguhan hati Cinder pun membuat dia menjadi gadis yang kokoh. Tapi sekaligus ia menyayangi Peony. Aku sedih sekali adegan peony meninggal. Satu hal yang aku benci dari novel ini.

Alur terjaga dengan rapi. Tidak terlalu cepat dan tidak terlalu bertele-tele, aku suka bagaimana pendekatan Pangeran Kai dengan Cinder yang begitu pelan tapi pasti. Aku bisa merasakan ketertarikan Pangeran kepada Cinder yang selalu menolak untuk menatapnya, padahal banyak gadis berlomba-lomba untuk mengerubuninya seperti semut.
“Tidak ada lagi ‘Yang Mulia’. Aku sudah cukup mendapatkannya dari... orang lain. Kau harus memanggilku Kai saja.” 157
Satu hal luar biasa adalah Cinder tidak bisa menangis, tapi di bagiankalau di novel romance yang normal akan ada adegan tokoh utama menangis, Marissa Meyer berhasil mengeruk emosi aku untuk merasakan kesedihan itu. Deskripsinya benar-benar mengena di hati.

Secara keseluruhan aku suka novel ini. Malah suka banget, dan gak sabar nunggu lanjutannya di Scarlet. Dan novel ini cukup cukup dan cukup aman untuk dibaca oleh remaja di bawah umur. Dan aku harap para remaja di bawah umur paham beberapa istilah “listrik” yang digunakan oleh Marissa Meyer di dalam novel ini *haha* maklumlah karena tokoh utama kita adalah Cinder sang cyborg.

Akhir kata ....

Wajib punya novel ini ^^
“Kau bahkan lebih menyakitkan untuk dilihat dibandingkan Levana.” Hal 358

***

Sebagai tambahan aja, ini Music Video VIXX - ERROR yang ingatin aku sama Cinder 


Terus ini film Jupiter Ascending yang ceritanya mirip dengan Cinder 

Dan terakhir sebuah lagu yang cocok untuk Putri Selene ^^

 



Tulisan ini diikutsertakan dalam:


G+

6 komentar:

  1. Setuju kak, adegan Peony itu menyayattt. Bikin kesal bangettt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah ternyata kita sehati ya haha .... Padahal peony satu-satunya orang yang baik sama Cinder. Penulisnya memang tega *ngambek*

      Hapus
    2. Iya kak, tega banget:"
      Tapi kalo Peony gak mati, Cinder gak dapat gaun. Jadi Peony itu perinya Cinder
      Tapi tetap tegaaa

      Hapus
    3. Tapi itu keterlaluuaann ....

      Ah kita ini sebagai pembaca tapi bawelnya minta ampun ya .... coba disuruh nulis sendiri, baru tau rasa *wkwkwk

      Hapus
  2. Keren kayaknya ini novel. Hmm.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mas Agus ... novel ini memang keren kok. Gak seperti dongengnya yang mengedepankan tentang cinta, disini kita akan belajar untuk setia dan bekorban demi orang lain. Nilai plus untuk novel ini adalah karena tema yang di angkat tentang cyborg. Jamin seru *promosi* hehe

      Hapus

Berikan komentarmu disini

 
;