Jumat, 08 Januari 2016

[Review Buku] Clockwork Angel: The Infernal devices - Cassandra Clare

Clockwork Angel: The Infernal Devices
by Cassandra Clare
Penerbit Ufuk Press
Penerjemah by Melody Violine
Pemeriksa Aksara by W. Oktavia
Cetakan 1; Maret 2011; 641 hlm
Rate 3 of 5

SIHIR MEMANG BERBAHAYATAPI CINTA TETAP LEBIH BERBAHAYA
Pada zaman victoria, Tessa Gray yang berusia enam belas tahun menyeberangi samudera untuk menemui kakak laki-lakinya di Inggris. Sesuatu yang mengerikan sedang menantinya di Dunia Bawah London, di mana vampir, warlock, dan makhluk gaib lainnya berjalan diam-diam di jalanan yang diterangi lampu gas. Hanya para pemburu bayangan, ksatria yang mengabdi untuk menyingkirkan iblis dari dunia, yang menjaga keteraturan di tengah kekacauan.
Tanpa teman dan diburu, Tessa berlindung kepada para Pemburu Bayangan di Institut London. Tessa segera tertarik dengandan terkoyak di antara dua sahabat. Ada james, yang ketampanan rapuhnya menyembunyikan rahasia mematikan. Lalu ada Will, yang bermata biru, dengan kejenakaan tajamnya dan suasana hatinya yang cepat berubah-ubah membuat semua orang menjaga jarak.... semua orang, benar, kecuali Tessa.
Dapatkah Tessa menemukan kakaknya? Kenapa Tessa diincar oleh Magister yang misterius? Akankah Will membiarkan Tessa memahaminya, sebelum gadis itu luluh oleh kehangatan sahabatnya?
Hampir aja mau kasih ranting 1 karena endingnya yang gak banget untuk novel setebal 640 halaman. Ternyata setelah aku telusuri, buku ini ada lanjutannya x__x. Asli nangis kejer karena lanjutan buku ini lumayan mahal, sedangkan buku pertama ini aja aku dapatin pas Penerbit Ufuk Press bagi-bagi ebook gratis.

Strategi yang pintar.

Gimana gak pintar. Banyak banget misteri disini yang belum dipecahkan. Bikin aku penasaran gimana lanjutan cerita ini. Yah meski sudah aku bilang buku ini tidak di akhiri dengan ending yang “wow”.
Kalau tidak seorang pun di seluruh dunia ini peduli akan dirimu, apakah kau benar-benar hidup? hal 26

Pertama tentang apa sebenarnya Tessa. Disini Tessasang tokoh utama baru diketahui identitasnya sebagian. Tapi ia tetap gak tahu kenapa ia bisa memiliki kekuatan yang sangat diinginkan oleh Sang Megister sampai-sampai ia mempekerjakan dua bersaudara Mrs. Dark dan Mrs. Black untuk melatih kekuatan unik Tessa. Membuat hidup Tessa seperti berada di neraka.

Trus institut, dimana Pemburu Bayangan tinggal pun tidak bisa menyebutkan sebenarnya Tessa itu makhluk apa. Karena walaupun Tessa memiliki kekuatan Penghuni Dunia Bawah, ia tidak menunjukan sama sekali ciri-ciri dari mereka. Ia layaknya manusia normal. Terlalu sangat normal, malah ...
Ketika kau menemukan laki-laki yang ingin kau nikahi, Tessa, ingat ini: kau akan tahu laki-laki macam apa dia bukan dari hal-hal yang dia katakan, melainkan dari hal-hal yang dia lakukan. hal 48
Kedua ada kisah cinta Tessa dan Will. Will cowok yang super tampan punya sifat yang sangat sulit untuk diterima oleh orang-orang sekitarnya, kecuali Jem, yang sepertinya punya stok kesabaran yang gak ada habisnya untuk menghadapi sikap Will.

Selanjutnya ketika Tessa sedang galau karena ketidak pastian sikap Will, Jem hadir di sisi Tessa menawarkan senyum dan kehangatan layaknya seorang sahabat. Meski mereka berdua tahu, kalau perasaan mereka sudah melebihi sebatas sahabat.

Ketiga, pertarungan yang di akhiri dengan super-super gantung. Menurut aku sih wajar gantung, karena emang novel ini masih seri pertama. Karena ada 2 seri lagi untuk judul ini. cuma pas pertarungan antara tentara robot sang Megister dan Pemburu Bayangan, kok kurang greget gitu. Padahal seharunya pertarungan besar-besaran gitu kan bisa bikin dag dig dug bacanya.

Tapi, disini penulis berhasil mengecoh kita tentang beberapa fakta mengenai Sang Megister. Terus bagaimana Tessa menghadapi pengkhianatan terbesar dari orang yang ia percayai dan ia kasihi juga menjadi bagian yang mendebarkan buat aku. Cuma ada beberapa hal yang mudah ketebak dalam novel ini.
“Waspadalah nephilim. Sebagaimana kalian membantai yang lainnya, kalian pun akan dibantai. Malaikat kalian tidak bisa melindungi kalian melawan apa yang tidak diciptakan oleh Tuhan ataupun Setan, tentara yang tidak dilahirkan oleh Surga ataupun Neraka. Waspadalah, terhadap tangan manusia. Waspadalah.” hal 179
Setting novel ini adalah London zaman victoria. Deskripsinya begitu jelas dan indah. Aku suka bagian dimana ada aliran sungai Themes yang membelah kota itu. Bekas gereja tempat dimana Pemburu Bayangan tinggal pun di jelaskan dengan bagus. Tapi aku malah ngebayanin semacam puri-puri gitu hehe. Karena ada bagian Tessa berdiri di balkon di atap bersama Will.

Ada satu tokoh yang gak pentingtepatnya di bagian Epilog dalam novel ini yang deskripsinya mengingatkan aku sama tokoh di Harry Potter. Namanya Archer, dia seorang pelayan vampir yang berpihak pada Pemburu Bayangan. Dia digambarkan sesuai banget sama peri rumah Sirius Black yang diwariskan ke Harry Potter. Maksud aku karakternya benar-benar sama persis. Cara Archer tidak menyukai kekasih majikannya yang bernama Magnus statusnya berbeda dengan majikannya yang seorang vampir. Mungkin gak penting sih. Dan aku anggap Cuma kebetulan aja mirip ^^

Secara keseluruhan, aku gak bisa bilang buku ini bagus sih. Soalnya inti ceritanya udah biasa. Pertarungan antar klan yang gak jauh-jauh dari vampir, penyihir dan pemburunya. Maksud aku gak ada sesuatu yang special. Cuma untuk alur ceritanya sih lumayan menarik. Biar aku perjelas, novel setebal 640 halaman tapi gak ada sesuatu yang bikin merasa wah. Seharusnya karena ini seri pertama, harusnya ada yang tidak biasa. Sehingga aku bakal penasaran setengah mati sama seri selanjutnya.

Kalau di tanya apa aku pengen punya lanjutannya, aku pasti jawab pengen. Tapi kalau untuk beli, gak kayaknya. Soalnya biasa aja ....

Buku ini aku rekomendasikan untuk remaja dan dewasa. Sebenarnya aman juga sih untuk anak SMP baca buku ini. Cuma yah mungkin agak terlalu berat buat mereka.

Sampai jumpa di review selanjutnya ^^


G+

1 komentar:

  1. reviewnya bagus ini.... pengen bca keseluruhan buku jadinya...

    BalasHapus

Berikan komentarmu disini

 
;